Ngobrol Yuk!

Disclaimer: Obrolan ini dibuat berdasarkan pandangan dan pendapat pribadi ya, tanpa ada pesan sponsor lho!

Uber Logo

Kita semua udah tahu bahwa penduduk di Indonesia, khususnya di Jakarta, lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi, seperti mobil dan motor, sebagai alat transportasi mereka dalam beraktifitas sehari-hari. Untuk pergi kerja, kuliah, sekolah, berbelanja, jalan-jalan, dan sebagainya.
Ini sudah jelas yang menjadi biang utamanya kemacetan Jakarta, siapa yang gak tahu kalau jalanan di Jakarta itu udah kayak tempat parkir umum.

Tapi sekarang udah banyak juga yang mulai beralih ke kendaraan/transportasi umum, seperti Kereta Rel Listrik (KRL Commuter Line), Bus TransJakarta, Taksi, Ojek, dan bahkan transportasi berbasis aplikasi (online) yang saat ini sedang marak dan berkembang, seperti Go-Jek, Grab, dan Uber.
Zaman sekarang sudah berubah dan untuk naik kendaraan umum sekarang udah gak perlu lagi nunggu di halte atau terminal, tapi bisa pesen langsung lewat aplikasi, tanpa telepon, salah satunya adalah Uber.

Buat yang belum tahu apa itu Uber atau baru denger sekilas tentang Uber, kita ngobrolin Uber yuk kali ini. Semoga obrolan kali ini bisa kasih gambaran dan ngebantu kalian untuk mengenal Uber, berdasarkan pengalaman dan pendapat gua pribadi.
Untuk transportasi umum yang lain kita obrolin dilain kesempatan ya.

Transportasi berbasis aplikasi (online) yang berasal dari Jerman ini, lumayan fenomenal dan luar biasa, menurut gua, karena Uber hanya menyediakan aplikasinya aja dan pengemudinya (Driver) adalah kita-kita juga yang punya kendaraan pribadi yang menjadi “taksi”-nya Uber. Jadi Uber gak ada investasi untuk “armada” mereka, yang menurut gua pribadi bikin Uber jadi lebih aman dan nyaman, karena mobilnya itu milik si Driver, sehingga udah pasti mobilnya bersih, rapi, dan gak akan macem-macem, karena mereka juga warga biasa seperti kita, dan udah disaring juga sama Uber.
Mungkin yang dulu pernah tahu taksi gelap, ngerasa ini kok mirip ya sama taksi gelap zaman dulu, dimana perusahaan taksi masih mahal dan belum banyak armadanya. Menurut gua pribadi, bisa dibilang sama dan tidak, bedanya kali ini sudah digital dan dikumpulkan di 1 perusahaan yang resmi, yaitu Uber, dan tentunya gak kayak taksi gelap zaman dulu, karena Uber bener-bener seleksi mobil yang akan jadi armada taksinya, dan seleksinya lumayan ketat juga kok. Misalnya, mobil harus di-asuransi-kan (asuransi all risk), harus dalam keadaan layak jalan, umur mobil gak boleh lebih tua dari 5 tahun, data-data pengemudi juga harus lengkap, dan sebagainya. Jadi ini bukan taksi bodong, apalagi taksi gelap, tapi juga bukan kendaraan umum plat kuning seperti Taksi pada umumnya, dan angkutan kota.
Nah, ini sekarang yang masih jadi perdebatan semua orang dan pemerintah. Gua gak mau obrolin perdebatan itu disini, karena bakal gak beres-beres. So, gua sih lebih memilih untuk berbagi aja supaya kita ngerti Uber itu seperti apa sih dan seberapa Uber membantu gua, dan warga Jakarta pada umumnya, untuk ber-transportasi di kemacetan Jakarta, sebagai pilihan kendaraan umum baru dan modern.

Aplikasi Uber ini bisa diakses pake smartphone Windows, Android dan iOS, yang dimana sebagian besar penduduk Jakarta udah pake smartphone toh, jadi lumayan gampang aksesnya.
Nah, kita sebagai penumpang (Rider) harus registrasi dulu email dan nomor HP kita sebagai data untuk mengakses aplikasi dan pesan taksi Uber.
Kalau kalian pengguna baru, biasanya ketika registrasi akan disuruh isi kode promo juga, nah biasanya bisa didapetin dari orang yang udah pernah pake Uber, dan kalo masukkin kode promo itu, kalian bisa dapet voucher Uber 75 ribu untuk sekali jalan. Lumayan kan? Tapi inget, ini buat pengguna baru aja lho ya. Dan yang ngasih kode promonya juga dapet voucher Uber 75 ribu, so it’s a win-win situation, ya itung-itung member get member lah.

Untuk Driver, Uber pake Waze lho sebagai GPS dan pengarah jalan Driver mereka, which is cukup bagus sih menurut gua, karena Waze adalah salah satu aplikasi yang paling bagus saat ini untuk GPS dan pengarah jalan. Dijamin gak nyasar deh.

Oh iya, untuk bayar Uber bisa pake kartu kredit ataupun Cash (tunai). Buat yang udah demen banget cashless alias gak mau pake uang tunai, pembayaran via kartu kredit akan sangat membantu banget, gak perlu siapin uang kecil, gak perlu kwatir gak ada kembalian, dan begitu sampai tujuan bisa langsung turun. Tapi buat yang mau bayar tunai juga sekarang udah bisa, sejak 2016 ini Uber di Indonesia udah nyediain fasilitas buat bayar pake uang tunai juga. Jadi yang belum punya kartu kredit pun tetep bisa naek Uber lho sekarang. Uber juga sebenernya nyaranin gak perlu kasih uang tip, tapi terkadang sih ada juga Driver yang masih ngarep dapet uang tip, jadi ini sih seiklasnya kalian aja mau ngasih tip apa gak.

Menurut gua pribadi, terlepas dari segala kontroversi Uber di Indonesia, gua merasa sangat tertolong dengan adanya Uber, karena gua bukan pengguna mobil pribadi di hari kerja, dan Uber merupakan opsi/pilihan selain taksi dan ojek, yang tentunya aman dan nyaman, bahkan harga/tarif Uber lebih murah dibandingkan taksi pada umumnya di Jakarta lho. Gimana dengan kalian?

Semoga obrolan tentang Uber kali ini, bisa ngebantu dan berguna buat kalian ya untuk mengenal Uber dari sisi yang lain. Dan, buat kalian yang mau tahu lebih jauh tentang Uber dan mau nambahin informasi tentang Uber, atau bahkan ada pertanyaan mengenai cara pake Uber, please feel free untuk komen ya.

Enjoy your day!

Cheers!

e.k.p
Founder of NgobrolYuk.com

 

About Ngobrol Yuk!

A blog that shares casual chat around us.
Chat about everything interesting and shares useful information for people around us.

You can chat with us and contribute to share more useful information by sending your Chat to hello@ngobrolyuk.com