Ngobrol Yuk!

Disclaimer: Obrolan ini merupakan pandangan dan pendapat pribadi dari Sahabat NgobrolYuk.com dan udah direview dan diedit oleh team NgobrolYuk.com, tanpa ngurangin pesen dan isinya.

Share sedikit ya, ini add-on photography tips based on pengalaman pribadi gua aja. Semoga ini bisa bantu buat yang belum tau.
(Oh iya, akan ada penjelasan diakhir Obrolan ini, buat istilah-istilah fotografi yang mungkin gak umum buat kalian, so, don’t worry)

Camera Set

Camera Set

  1. Shutter speed*
    Gua sih biasanya shutter speed selalu diset diatas ukuran focal length* lensa untuk ngindarin gambar blur atau gak fokus. Misalnya kalian pake lensa 50mm, maka shutter speed paling gak 1/50 juga, dan kalau gua biasanya sih ngelebihin dikit di shutter speed 1/80.
  2. Bokeh*
    Kalo pengen dapet bokeh maksimal, menurut gua, jangan pernah shoot diluar focal length range. Caranya gimana? Ini contoh itung-itungannya.
    Misalnya pake lensa 50mm, equivalen dengan 50cm x2 = 100cm (1 meter), artinya jarak antara si obyek foto dan kamera adalah 1 meter, jangan lebih dari dari itu ya, karena efeknya nanti Depth of Field* (DoF)-nya gak akan sebagus kalo jaraknya dibawah 1 meter. Oh iya, focal length yang gua maksud disini (50mm) adalah setara dengan Full-Frame* ya, kalau kalian pake kamera non-Full Frame akan ada crop factor* yang harus diperhatiin, kayak misalnya micro-four thirds*, APS-C*, dan sebagainya.
    Cobain deh tips ini. Bukan artinya lensa dengan focal length panjang itu selalu bokeh-nya lebih bagus. Ya, emang sih, sebagian besar, focal length panjang ngehasilin dimensi lebih bagus, tapi kalo teknik fotonya kurang maksimal juga akan gak asik hasilnya, betul kan? Lensa-lensa dengan focal length pendek, kayak 24mm, 35mm, dan 50mm bisa lho bikin bokeh yang cakep.
  3. No Auto-ISO*
    Gua sih selalu ngindarin moto pake auto-ISO, soalnya pencahayaan tiap lokasi foto kan beda-beda. Cobain deh fitur metering* di kamera kalian dan liat objek fotonya. Menurut gua sih, metering dan exposure* yang baik itu adalah dengan merhatiin Histogram* dan bukan layar LCD di kamera.
  4. No Auto White-Balance*
    1 lagi, gua juga selalu ngindarin moto pake auto White Balance, selalu coba nyesuain kondisi di lokasi foto. Biasanya paling keliatan kalo kita foto portrait* (foto dengan objek manusia). Kenapa? Misalnya kita foto orang Asia, dan biasanya kulit orang asia tuh cenderung kuning langsat, nah, kalau kita moto pake auto White Balance dan harus kita post-processing*, usahain warna fotonya jangan sampe ditambahin elemen warna kuningnya, karena malah akan bikin kulit keliatan jadi lebih gelap. Karena menurut gua, warna kulit (skin tone) itu bagian paling penting dan critical buat portrait photography.
    Kalau ini gak diperhatiin, akhirnya proses post processing-nya pun bakal jadi nyusahin kita juga.

Semoga tips-tips ini bisa berguna buat kita yang mau dapet hasil foto yang keren ya.

Enjoy your day!

 

Cheers!

Adrian Utama Gani
Finance Professional

 

Photography Jargons

Photography Jargons

*Istilah Fotografi:

  1. Shutter Speed:
    Bahasa Indonesia-nya adalah Kecepatan Rana, yang dalam istilah fotografi artinya durasi waktu ketika film atau sensor digital dalam kamera terkena cahaya, dan juga saat rana (shutter) kamera terbuka saat mengambil foto. Jumlah cahaya yang mencapai film atau sensor gambar sebandung dengan waktu paparan.
  2. Focal Length:
    Bahasa Indonesia-nya adalah Jarak Fokus, yang dalam istilah fotografi artinya ukuran jarak antara elemen lensa dengan permukaan film (atau sensor digital) pada kamera.
  3. Bokeh:
    Dalam Bahasa Indonesia, mungkin lebih dikenal dengan Blur dibelakang obyek foto, yang dalam istilah fotografi artinya kualitas estetika dari blur yang diproduksi pada bagian out-of-focus dari suatu gambar yang dihasilkan oleh lensa. Bokeh telah didefinisikan sebagai “cara lensa merender poin out-of-focus dari cahaya”.
  4. Depth of Field (DoF):
    Bahasa Indonesia-nya adalah Kedalaman Ruang, yang dalam istilah fotografi artinya jarak antara obyek foto terdekat dan terjauh yang muncul diterima tajam dalam foto.
  5. Full Frame:
    Istilah ini biasanya digunakan untuk menyatakan jenis kamera dengan maksimum lebar dan tinggi sensornya sebesar 35mm, seperti kamera film analog.
  6. Crop Factor:
    Istilah ini biasanya digunakan dalam dunia fotografi digital, yang merupakan rasio dari dimensi sensor kamera tersebut, biasanya menggunakan format film/kamera 35mm sebagai referensi.
  7. Micro-Four Thirds (MFT):
    Istilah ini diciptakan oleh Panasonic dan Olympus, sebagai desain dari kamera tanpa kaca (mirrorless) mereka. MFT biasanya memiliki crop factor 2x dari focal length lensanya, jika dibandingkan dengan format film/kamera 35mm.
    Contoh: lensa MFT dengan focal length 25mm, maka ini setara dengan focal length 50mm pada format film/kamera 35mm.
  8. APS-C:
    Istilah Advanced Photo System type-C (APS-C), dalam istilah fotografi artinya format sensor gambar yang memiliki equivalen pada ukuran sensor film classic (zaman kamera film negatif).
    Sensor ini sangat umum digunakan oleh hampir semua merek kamera DSLR, seperti Canon, Nikon, Sony, bahkan pada kamera tanpa kaca (mirrorless) Fuji dan juga Sony.
  9. ISO:
    Bahasa Indonesia-nya adalah ASA, istilah ini sering digunakan pada film kamera zaman dulu, seperti ASA 100, ASA 200, dan sebagainya. Dalam istilah fotografi ISO biasa digunakan bersamaan dengan Shutter Speed untuk mengatur pencahayaan.
  10. Metering:
    Istilah fotografi ini biasa digunakan untuk secara otomatis mengukur cahaya yang dipantulkan dan menentukan pencahayaan yang optimal
  11. Exposure:
    Bahasa Indonesia-nya adalah Pencahayaan, yang dalam istilah fotografi artinya jumlah cahaya yang masuk yang mencapai sensor gambar analog maupun digital, dikombinasikan hasilnya bersamaan dengan shutter speed, bukaan lensa, dan keadaan fotografi.
  12. Histogram:
    Istilah fotografi ini biasa digunakan untuk melihat grafik pencahayaan pada suatu foto secara keseluruhan, sehingga bisa dilihat apakah ada bagian yang kelebihan ataupun kekurangan cahaya
  13. White Balance:
    Istilah fotografi ini artinya pengaturan intensitas warna dan cahaya secara umum, berdasarkan warna utama, yaitu Merah, Hijau, dan Biru.
  14. Post Processing:
    Ini merupakan istilah untuk proses editing untuk foto yang sudah jadi dan ingin diperbaiki ataupun diproses menjadi lebih baik dengan efek yang diinginkan
  15. Portrait:
    Istilah fotografi ini artinya adalah representasi artistik dari seseorang yang lebih menonjolkan bagian muka dan ekspresi dari orang yang kita ambil gambar/fotonya.

Sources:

  1. Istilah Fotografi:
    Wikipedia.org – Indonesian and English version
  2. Pictures:
    Google Images Search

 

About Ngobrol Yuk!

A blog that shares casual chat around us.
Chat about everything interesting and shares useful information for people around us.

You can chat with us and contribute to share more useful information by sending your Chat to hello@ngobrolyuk.com