Ngobrol Yuk!

Disclaimer: Obrolan ini adalah artikel yang ditulis oleh Dawn Bell di blog Digital Phography School, yang diterjemahkan oleh tim NgobrolYuk.com

Ekspresi anak-anak itu murni dan asli; mereka hidup dengan semangat dan penuh dengan energi. Ketika mereka bahagia, tawa dan kebahagiaan mereka itu menular. Mereka bisa menjadi subyek foto untuk semua hal – sibuk, bahagia, lucu, dan nyata (alias tidak dibuat-buat). Kalau kalian pernah mencoba motret anak-anak, khususnya mereka yang gak takut sama kamera yang diarahin ke mereka, kalian juga pasti tahu kalau mereka itu memiliki semua kualitas yang indah tersebut, ya kadang mereka juga sulit dan kita mungkin butuh sedikit rencana yang bagus untuk sesi foto yang lebih mulus.
Children 1
Berikut ini saya mau ngobrolin beberapa tips motret anak-anak yang semoga bisa membantu kalian semua – baik buat kalian, para fotografer professional dengan kamera DSLR yang canggih, maupun buat para orang tua, dengan kamera sederhana (point-and-shoot), yang ingin mendapatkan foto yang bagus buat anak-anak kalian.
  • Waktu dan Lokasi (Timing and Location)
Waktu adalah faktor yang sangat penting. Sesi foto anak-anak itu biasanya bagus setelah anak-anak istirahat dan makan, ketika anak-anak lagi bahagia-bahagianya. Juga yang perlu diinget adalah cahaya yang sangat terang. Ketika di luar ruangan, di tengah hari, dan matahari bersinar sangat terang adalah waktu yang gak tepat untuk motret.
Hal yang sangat penting berikutnya adalah lokasi. Luar ruangan merupakan lokasi yang optimal dan ngasih kebebasan buat anak-anak untuk bergerak kesana kemari, tapi kalau kalian lebih suka atau ingin motret di dalam ruangan, maka pastiin aja kalau ada cukup ruang untuk anak-anak supaya dapat bergerak bebas.
Keluarga ini lebih nyaman dengan lokasi luar ruangan, dan kita memutuskan untuk ngelakuin sesi motret di sore hari. Kita nemuin beberapa momen yang menarik, seperti lapar, lelah, ngantuk, dan juga pencahayaan natural yang tepat.

Keluarga ini lebih nyaman dengan lokasi luar ruangan, dan kita memutuskan untuk ngelakuin sesi motret di sore hari. Kita nemuin beberapa momen yang menarik, seperti lapar, lelah, ngantuk, dan juga pencahayaan natural yang tepat.

 

  • Persiapan (Be prepared)
Baik kalian maupun anak-anak, tentunya, mau sesi motret ini selesai secepat mungkin kan. Kalau kalian berusaha keras terlalu lama buat motret, jadinya malah akan ngehabisin waktu, karena anak-anak bakalan jadi bosen, gelisah, dan cepet banget ilang minatnya buat dipotret. Buat rencana dan persiapan yang fleksibel, sebelum memulai sesi motret dengan anak-anak. Misalnya, baterai kamera sudah terisi dengan penuh, memori kamera juga masih banyak yang kosong, periksa pengaturan kamera, dan siapin properti yang dibutuhin juga. Jangan sampai properti yang belum dipake keliatan sama anak-anak karena malah akan bikin minatnya berubah haluan.
Dan kalau kalian pake beberapa background, coba cek terlebih dulu kapan waktu yang tepat buat motret anak-anak di depan background tersebut, dan pastiin mereka bisa masuk dalam frame yang tepat.
  • Buatlah Daftar (Make a list)
Buatlah daftar dari pose-pose yang potensial, seperti misalnya duduk, berdiri, tiduran, bermain, berlari, dan lain sebagainya – anak-anak kalian tidak akan berpose sama dengan foto-foto yang ada selama ini – dan kalian juga pasti gak mau sama kan. Kita bisa nyoba cari ide-ide dan tema yang berbeda, tapi jangan terlalu berharap akan sama dengan yang kita ekspektasikan. Kalian pasti inginkan foto yang bisa mengekspresikan diri mereka, termasuk dengan aktifitas yang akan dilakuin mereka. Mungkin kalian juga mau siapin rencana cadangan, seperti misalnya nyediaiin snack atau mobile phone.
Kalian juga bisa siapin beberapa alat-alat seperti smartphone, supaya mereka bisa denger lagu kesukaan mereka, atau film kesukaan mereka, buat balikin mood mereka – tapi biarin ini jadi pilihan terakhir kalian, kalau kalian udah ngelakuin segala macem cara buat bikin mereka nyaman. Fleksibel aja sama daftar rencana motret kalian.
Children 3
  • Persiapkan Bala Bantuan (Get reinforcements)
Jika memungkinkan, minta bantuan ke teman atau anggota keluarga lainnya. Misalnya bisa minta tolong orang yang bantu kalian dengan berdiri tepat di belakang kalian terlebih dahulu, jangan disamping – ini bisa bantu kalian buat motret anak-anak dengan mata mereka ngeliat tepat ke kamera. Untuk anak-anak yang lebih kecil, kalian bisa minta tolong teman atau anggota keluarga yang bantu, untuk coba ngagetin sedikit anak-anak itu dengan cara muncul tiba-tiba dari belakang kalian dengan menaiki bangku, misalnya, dan ngumpet lagi di belakang kalian, sementara itu kalian udah siap buat ngejepret kamera kalian – kalian mungkin hanya akan punya waktu sangat sedikit (beberapa detik saja) untuk mendapatkan potretnya. Pilihlah orang yang jadi bala bantuan kalian yang bisa ajak anak-anak senyum dan ketawa. Mereka juga bisa bantu kalian supaya gak stress pas motoin anak-anak kalian.
  • Mulai dengan beberapa pose (Start with poses)
Mulai dengan pose-pose biasa terlebih dahulu, misalnya pose formal dan pose ngeliat ke kamera. Misalnya, motret kakak-adik dimana kalian mau kalian senyum dan liat ke kamera, seperti yang udah sering kita lakuin. Bisa aja sih kita gak dapet juga momen itu, tapi ini salah satu cara untuk dapetin foto bagus mereka.
Pose ini didapet di awal sesi foto mereka.

Pose ini didapet di awal sesi foto mereka.

 

  • Batasi Gerakan (Limit movement)
Batasin gerakan mereka di awal: menggunakan 1 properti, seperti kursi, sofa, keranjang, ayunan, dan sebagainya. Lebih fleksibel aja dan jangan maksain mereka, tapi dengan pake 1 properti seperti ini akan buat foto kalian lebih baik daripada foto menangis, betul gak? Saya sendiri kadang nyiapin 1 kursi atau 1 properti lainnya yang saya sembunyikan, sampai waktunya saya pake.
Taro aja kursinya, dimana kalian mau anak-anak berpose, dan perhatiin aja dulu sampai akhirnya mereka eksplorasi sendiri dengan benda tersebut. Kita bisa liat bahwa bisa aja anak-anak berpose dengan kursi tersebut dan naik kursi itu sendiri, dan kita bisa potret momen-momen itu. Tapi bisa aja mereka cuma mainin kursi itu dan dorong-dorong aja – tapi gak masalah, potret aja momen-momen itu, mungkin hasilnya gak akan sesuai keinginan kita, tapi sebenernya ada momen-momen lain yang muncul dari kelucuan anak-anak kita.
Mendekati sesi foto adalah waktu terbaik untuk membatasi gerakan mereka menggunakan properti seperti kursi, dan sebagainya. Setelah beberapa saat mereka malah akan lari dan mungkin gak duduk. Anak ini juga gak sesuai dengan yang diharapin, tapi gak masalah - sesi foto kita tetep berjalan baik.

Mendekati sesi foto adalah waktu terbaik untuk membatasi gerakan mereka menggunakan properti seperti kursi, dan sebagainya. Setelah beberapa saat mereka malah akan lari dan mungkin gak duduk. Anak ini juga gak sesuai dengan yang diharapin, tapi gak masalah – sesi foto kita tetep berjalan baik.

  • Biarkan mereka bermain (Let them play)
Biarkan mereka bermain, seperti biasanya, setelah kita dapetin pose normal. Jangan terlalu maksain mereka berpose dan duduk diem; percuma maksa, mereka juga yang akan menang. Kita bisa memperhitungkan sesi foto dengan ngasih anak-anak beraktifitas dengan lingkungan sekitar yang emang mereka senangin, atau bahkan hal baru yang kalian rasa dia pasti suka – misalnya, berinteraksi dengan binatang, maen perosotan, jalan di pinggir pantai untuk ngumpulin kerang, pesta teh di rumah, main layangan, lompat di trampolin, maen air, dan lain sebagainya. Musik juga bisa bantu – kalau anak seneng joget, bisa juga kan? Kalau anak-anak kalian sangat suka berlari-lari, maka luar foto diluar ruangan adalah pilihan terbaik – sebagian besar, anak-anak itu seneng dengan ruangan besar yang ngebebasin mereka untuk lari dan bermain.
Foto ini adalah ketika kami sudah mau nyelesaiin sesi foto dan anak ini udah gak mau duduk lagi. Anak ini seneng banget kasih makan sapi, jadilah kita akhirnya ngelakuin itu. Ini juga jadi hal yang bagus untuk bercerita tentang dirinya dan apa yang dia suka. Terkadang foto-foto yang bagus itu gak harus tersenyum dan ngeliat ke kamera.

Foto ini adalah ketika kami sudah mau nyelesaiin sesi foto dan anak ini udah gak mau duduk lagi. Anak ini seneng banget kasih makan sapi, jadilah kita akhirnya ngelakuin itu. Ini juga jadi hal yang bagus untuk bercerita tentang dirinya dan apa yang dia suka. Terkadang foto-foto yang bagus itu gak harus tersenyum dan ngeliat ke kamera.

  • Santai (Relax)
Ambil nafas yang panjang dan santai! Anak-anak itu sangat pandai ngerasain apa yang kita rasain, apalagi kalau kita stress, itu malah bisa bikin mereka stress juga, yang akhirnya malah bikin mereka gak mau ngelakuin apa yang kita suruh atau harapkan.
Jadi, santai saja dan nikmati keseluruhan sesi fotonya.
Semoga ini bisa bantu kalian untuk bisa dapetin dokumentasi untuk anak-anak kalian, sehingga banyak momen-momen yang bisa tersimpan dan bisa diceritain ke mereka, ketika mereka gede nanti.

By: Dawn Bell

Dawn Bell is a family, child, and wedding photographer in Manitoba, Canada. Her absolute favourite subjects are children – there is nothing quite like the expressions and giggles that naturally tumble out of them! She is also a pastor’s wife and mom to two beautiful girls. To see more of her work, you can check out her website and Facebook page. For some behind-the-scenes and glimpses of her personal life, you can also find her on Instagram.

 

Sources:

  1. Digital Photography School blog
  2. Semua gambar berasal dari artikel asli dari Dawn Bell di Digital Photography School blog

 

About Ngobrol Yuk!

A blog that shares casual chat around us.
Chat about everything interesting and shares useful information for people around us.

You can chat with us and contribute to share more useful information by sending your Chat to hello@ngobrolyuk.com